[Book Review]: Tentang Kamu, Karya Tere Liye

Judul Buku : Tentang Kamu
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Tebal : 524 Halaman
Tanggal Terbit : Oktober, 2016

Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu, itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku. Cinta memang tidak perlu ditemukan, cintalah yang akan menemukan kita. Terima kasih. Nasihat lama itu benar sekali, aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi. Masa lalu. Rasa sakit. Masa depan. Mimpi-mimpi. Semua akan berlalu, seperti sungai yang mengalir. Maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan.

***

Atas dasar pekerjaan, Zaman Zulkarnaen harus menelusuri hidup seorang kliennya, perempuan pemegang paspor Inggris yang barusan meninggal dan mewariskan harta yang jumlahnya bisa menyaingi kekayaan Ratu Inggris. Tiga negara, lima kota, beribu luka. Hingga akhirnya Zaman mengerti, bahwa ini bukan sekadar perkara mengerti jalan hidup seorang klien, melainkan pengejawantahan prinsip kuat di tengah cobaan yang terus mendera.

Tentang Kamu adalah novel terbaru Tere Liye. Sebuah karya yang tak hanya akan membawa pembacanya menyelami sebuah petualangan yang seru dan sarat emosi, tapi juga memberikan nilai positif sehingga membuat hidup serasa lebih patut disyukuri.

***

Buku yang sudah lama saya tunggu terbitnya, tapi baru sempat saya baca di awal tahun 2017. Saya membaca buku ini selama 3 hari. Tidak ingin terlalu terburu-buru, jadi saya santai saja membacanya. Buku setebal 524 halaman ini, membuat saya campur aduk. Antara senang, sedih dan juga merona merah jambu. Mengikuti perjalanan Sri Ningsih dari masa kecil hingga kehidupannya di Panti Jompo.

Seperti biasa, Tere Liye selalu menampilkan tokoh yang ‘sempurna’ kali ini lewat Sri Ningsih. Hampir tiga perempat buku ini bercerita tentang Sri Ningsih, yang diceritakan melalui perjalanan investigasi Zaman Zulkarnain seorang Pengacara dari Thomson & Co untuk mencari tahu kehidupan Sri Ningsih demi mandat yang diberikannya.

Menulusuri kehidupan Sri Ningsih sangatlah menyenangkan. Bagaimana kehidupannya di Bugin, Surakarta, Jakarta, London dan Paris. Setiap kota memberikan cerita yang berbeda. Jika disuruh memilih, kehidupan Sri Ningsih selama di London adalah favorite saya. Cerita bagaimana ia bertemu dengan Hakan Karim, lelaki yang mencintainya. Jika saya lihat, inti perjalanan Sri Ningsih justru dimulai sejak kehidupannya di Surakarta.

Peristiwa menyakitkan di Surakarta pada tahun 60-an sudah bisa ditebak, Tere Liye hendak memasukkan cerita tentang pemberontakan PKI. Di Surakarta inilah Sri Ningsih bertemu dengan sahabat sekaligus musuh yang membuat Sri pergi dari Indonesia. Jatuh bangun kehidupan Sri membuat saya berpikir, duh hidup hanya begini-begini aja ngeluhnya seperti yang paling menderita. Hehehe. Iya, kehidupan Sri memang seperti roller coster, sebentar naik kemudian dihantam jatuh hingga untuk bangkit pun rasanya tidak sanggup.

Meskipun banyak yang mengatakan Tentang Kamu ini karya Tere Liye yang bisa disebut masterpiece, tapi saya menganggap ini biasa saja. Seperti yang saya bilang di atas, novel ini Tere Liye ‘banget’. Tokoh yang nyaris sempurna, baik, dan penuh cobaan tapi dengan mudah menerima keadaan. Sepertinya susah menemukan manusia dengan tipe seperti itu. Tapi semua dapat dimaafkan, buktinya saya sanggup menyelesaikan novel 500 halaman lebih ini tanpa melewatkan satu halaman pun.

Awalnya saya ingin mendapat kejutan dari novel Tere Liye ini, nyatanya saya dengan mudah menebak bagaimana keterikatan masing-masing tokoh. Bahkan, sejak kemunculan si Penjual Roti langganan Zaman pun bisa saya tebak, bakal ada hubungan dengan kehidupan Sri. Jika kamu biasa membaca novel Tere Liye maka dengan sekali lihat saja akan tahu benang merah semua cerita tersebut.

Sepanjang saya membaca novel ini saya hanya menemukan 2 kutipan favorit. Padahal biasanya, saya menemukan kalimat yang quoteable di semua novel Tere Liye. Berikut kutipan novel Tentang Kamu favorit saya;

Apa yang membuat pernikahan orang tua dulu langgeng berpuluh-puluh tahun?
karena mereka jatuh cinta setiap hari pada orang yang sama – itulah yang terjadi. maka, kesedihan apa pun, ujian seberat apa pun bisa dilewati dengan baik.

Aku tidak akan menangis sedih karena semua berakhir, aku akan tersenyum bahagia karena semua hal ittu pernah terjadi.

Lalu bagaimana rating untuk novel Tentang Kamu ini? cukup 2 dari 5 bintang, bukan karena tidak bagus. Hanya saja saya merasa tidak menemukan hal baru dari novel karya Tere Liye. Atau saya terlalu tinggi berekspektasi sehingga berujung kecewa? Bisa jadi. Akhirnya saya tunggu karya terbarunya, Bang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s